Harapan di Tengah Ketakutan

Harapan

Harapan

Masih jelas dalam ingatan kita tentang peristiwa pengeboman tiga gereja di Surabaya yang terjadi pada pertengahan bulan Mei yang lalu. Peristiwa ini menyisakan luka mendalam dan membuka kembali ingatan kita akan peristiwa-peristiwa yang menghantam gereja-gereja di Indonesia sebelumnya yang pernah dirusak dan dibakar, serta orang-orang Kristen yang seperti sedang diburu. Dan jika kita melihat lebih jauh lagi ke belakang, kita akan sampai pada penganiayaan dan penyiksaan yang dihadapi oleh gereja mula-mula di zaman para rasul setelah kenaikan Yesus ke surga.

Ketakutan dan kemarahan tentu bercampur di dalam diri kita melihat keadaan yang memilukan tersebut. Kecaman dan kutukan juga kerap kita lontarkan kepada mereka yang telah menebar teror, kebencian, dan kerusakan. Namun kita belajar banyak dari para rasul dan pejuang iman yang menjadi martir dalam perjalanannya menyebarkan firman Tuhan. Penganiayaan demi penganiayaan yang pernah terjadi dengan maksud untuk menggoyahkan iman orang-orang percaya, tidak serta merta mematikan pelayanan itu, justru orang-orang percaya semakin menyebar. Kesetiaan dan kekuatan yang mereka dapatkan berasal dari iman dan pengharapan di dalam Tuhan.

Tidak ada yang dapat memisahkan kita dari kasih Kristus, penindasan, kesesakan, bahkan penganiayaan sekalipun tidak akan menghambat berkat dan kasih-Nya untuk hidup kita. Seperti yang tertulis dalam Roma 8:38-39, “Sebab aku yakin, bahwa baik maut, maupun hidup, baik malaikat-malaikat, maupun pemerintah-pemerintah, baik yang ada sekarang, maupun yang akan datang, atau kuasa-kuasa, baik yang di atas, maupun yang di bawah, ataupun sesuatu makhluk lain, tidak akan dapat memisahkan kita dari kasih Allah, yang ada dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.” Tuhan dapat berkarya melalui situasi terburuk sekalipun dan kita dapat menaruh harapan pada-Nya. Kita mendapat harapan yang pasti jika sudut pandang kita tertuju kepada sumber pengharapan yang kekal. Dan harapan yang kita peroleh dari Tuhan memberi kita kekuatan dan keberanian untuk menghadapi setiap keadaan. Ancaman dan ketakutan tidak boleh membuat hati kita goyah, sebab harapan kita yang sejati terletak pada Kristus, yang telah menang atas dosa dan maut.

Karena kami mempunyai pengharapan yang demikian, maka kami bertindak dengan penuh keberanian.

2 Korintus 3:12

Bagikan Artikel Ini :

Tags: , , ,

You might also likeclose