Happy Ending

Happy Ending

Happy Ending

Alkisah, jauh di dasar laut yang biru hiduplah seorang putri duyung cantik yang disebut Little Mermaid. Setelah mencapai umur 15 tahun, ia diijinkan untuk pergi ke permukaan dan melihat dunia luar. Ketika tiba di atas permukaan laut, sang putri terpikat pada seorang pangeran tampan yang sedang berdiri di atas kapal. Kemudian datanglah badai hingga menghancurkan kapal tersebut, sang putri bergegas menyelamatkan pangeran dan membawa pangeran ke tepi pantai. Karena tidak memiliki kaki, sang putri hanya bisa diam menunggu seorang datang mengambil pangeran. Lalu datanglah seorang gadis desa mengambil pangeran bersamanya. Sang putri duyung pun menemui penyihir untuk membantu mengubahnya menjadi manusia tapi dengan syarat bahwa ia akan mengambil suara putri dan jika ia tidak bisa menikahi pangeran ia akan mati menjadi buih. Pada akhirnya pangeran menikahi gadis desa dan jika sang putri melenyapkan pangeran, ia bisa hidup kembali menjadi putri duyung akan tetapi ia memilih untuk mati menjadi buih.

Ada dua versi dari dongeng tersebut. Versi Disney dengan Happy Ending sang Putri berhasil menikahi pangeran dan versi asli karya Hans Christian Andersen, dan seperti yang kita ketahui, versi aslinya sangat jauh dari happy ending. Sama seperti kehidupan, tidak selamanya kita akan memiliki cerita yang Happy Ending dalam hidup kita. Kenyataan bahwa kita hidup di dunia nyata bukan di dunia dongeng. Ada begitu banyak pilihan hidup di depan mata kita. Tergantung dari kita mau memilih kisah yang mana untuk hidup kita. Jika kita ingin memiliki kisah yang Happy Ending maka kita harus meminta Tuhan untuk selalu beserta kita dan minta tuntunannya dalam kehidupan ini. Happy Ending cerita kehidupan kita tidak dinilai dari seberapa banyak harta kita, seberapa kepandaian kita atau bagaimana kondisi kita saat mati nantinya, tetapi Happy Ending akan menutup kehidupan kita kelak apabila kita mati dengan tetap mempertahankan iman kita pada Kristus dan tetap hidup bagi Kristus.

Hati manusia memikir-mikirkan jalannya, tetapi Tuhanlah yang menentukan arah langkahnya.

Amsal 16:9

Tags: , , ,

No comments yet.

Leave a Reply

You might also likeclose