Dipengaruhi atau Mempengaruhi

Mempengaruhi

Mempengaruhi

Setiap proses kehidupan yang kita jalani seringkali membawa pengaruh untuk diri kita atas apapun yang kita kerjakan. Masing-masing kita diberi tanggung jawab untuk menentukan apakah hidup kita akan mempengaruhi atau dipengaruhi oleh apa yang kita lakukan dan juga sekitar kita. Kita tidak bisa berada dalam posisi netral, karena kita telah dipanggil untuk mempengaruhi dunia dengan nilai-nilai yang diajarkan oleh firman Tuhan dan harus mampu menolak pengaruh dunia untuk berpaling dari kebenaran Kristus.

Seperti perumpamaan tentang kentang, telur, dan kopi yang dimasukkan ke dalam air panas, ketiganya memberikan reaksi yang berbeda atas tekanan yang diterima. Hanya kopi yang berubah mempengaruhi sekitarnya. Seperti itu pulalah kehidupan kita setiap harinya. Tidak menjadi semakin keras dan hanyut dalam lingkungan yang buruk, melainkan mengubahnya menjadi lebih baik. Kasih dan hikmat dari Tuhan di dalam hidup kita harus membawa pengaruh terhadap hidup orang-orang di sekitar kita.

Kita adalah garam dan terang dunia. Yesus mengatakan bahwa kita harus memberi pengaruh untuk dunia ini, pengaruh ke arah yang lebih baik. Jika garam menjadi hambar, maka tidak ada yang bisa dilakukan untuk mengembalikannya seperti semula kecuali dibuang. Melalui bimbingan Tuhan, kita akan dimampukan untuk memilih yang benar dan mengarahkan sekitar kita menuju keadaan yang lebih baik. Biarlah hidup kita hanya dipengaruhi oleh hal baik dan senantiasa mempengaruhi yang baik pula untuk semua orang.

“Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga.”

Matius 5:16

Tags: , , ,

You might also likeclose