Diciptakan untuk Hal Baik

Diciptakan untuk Hal Baik

Diciptakan untuk Hal Baik

Apakah tukang tembikar membuat keramik untuk kemudian diletakkan di sudut ruangan, dibiarkan begitu saja atau kemudian dibuang? Tentu saja tidak. Pembuat tembikar akan berusaha sebaik mungkin membentuk keramik-keramiknya melalui beberapa tahap agar menghasilkan keramik yang terbaik. Setiap tahapan dalam pembuatannya bukanlah tahap yang mudah, ini untuk menghasilkan keramik yang berharga dan mahal. Dan setelah selesai, keramik itu akan dipajang dan dipamerkan untuk menunjukkan keindahannya.

Demikian juga Allah pada saat menciptakan kita. Ia merencanakan hidup kita sebelum kita ada, membentuk kita di dalam kandungan, menjaga kita sejak kecil, mengawasi dan membimbing selama bertahun-tahun dan memastikan hidup kita berjalan dengan baik. Setiap proses yang kita lewati, dalam keadaan baik Ia ada bersama kita dan saat keadaan kurang baik Ia ada untuk menguatkan kita. Tujuannya adalah agar hidup kita terbentuk menjadi hidup yang baik dan berharga.

Terlepas dari banyaknya masalah yang harus kita hadapi dan dari sakitnya penderitaan yang kita alami, kita diciptakan untuk hal yang baik. Dengan begitu kita dapat melihat sesuatu yang belum terlihat dan belum terjadi, yaitu bahwa semua yang akan datang dalam hidup kita adalah sesuatu yang indah yang disediakan Tuhan bagi kita. Semua baik, apa yang telah diperbuat Allah di dalam hidup kita semuanya baik. Ini adalah sebuah keyakinan akan janji Allah yang pasti digenapi, bahwa hidup kita dipelihara-Nya dan rencana-Nya adalah rencana damai sejahtera.

Tetapi sekarang, ya TUHAN, Engkaulah Bapa kami! Kamilah tanah liat dan Engkaulah yang membentuk kami, dan kami sekalian adalah buatan tangan-Mu.

Yesaya 64:8

Tags: , , ,

You might also likeclose