Diam dan Tinggal

Tinggal dan Diam

Tinggal dan Diam

Firman yang hanya mampir sebentar dan kemudian hilang diibaratkan seperti benih yang jatuh di tanah yang berbatu-batu dan di tengah semak duri dalam perumpamaan seorang penabur. Firman itu didengar dan langsung diterima dengan gembira, namun hanya bertahan sebentar saja karena kekuatiran dan tipu daya dunia menghimpitnya sehingga tidak berbuah.

Setiap hari kita membaca firman tentang kasih dan kebesaran Tuhan, sering membagikan kata-kata bijak untuk menguatkan, dan mendengar atau menyanyikan lagu-lagu pujian dengan sukacita. Semua itu akan menyentuh hati kita, menambah sukacita, dan mendekatkan hidup kita pada Allah. Firman itu mungkin bisa tinggal di hidup kita saat situasi sedang baik-baik saja. Namun saat masalah muncul, bisa saja masalah itu menghimpit firman yang sudah kita terima dan menutupinya. Mungkin kita akan mempercayainya hari ini namun membuangnya besok karena masalah dan tantangan datang.

Berapa lama firman itu tinggal di hati kita tergantung bagaimana kita merawat dan menjaganya setiap hari. Jangan sampai firman itu hanya mampir sebentar dan kemudian hilang atau kita lupakan. Biarlah kiranya benih itu jatuh di tanah yang subur, agar ia bisa tumbuh dan menghasilkan banyak buah. Dengan tetap disiram, diberi pupuk, dan dijauhkan dari semak belukar, maka firman dan sukacita yang kita peroleh tidak hanya mampir sebentar melainkan tinggal untuk selama-lamanya dan berbuah banyak.

Tetapi barangsiapa menuruti firman-Nya, di dalam orang itu sungguh sudah sempurna kasih Allah; dengan itulah kita ketahui, bahwa kita ada di dalam Dia.

1 Yohanes 2:5

Bagikan Artikel:

Tags: , , ,


youtube

youtube

youtube

youtube



youtube
facebook
twitter

Motivasi Terkini
Jesus
You might also likeclose