Depresi Tidak Membuatku Lemah

Depresi Tidak Membuatku Lemah

Depresi Tidak Membuatku Lemah

Sewaktu kecil saya sudah terbiasa bekerja keras. Untuk bisa makan enak, saya harus melihat orang tua mengurangi jatah makannya hanya untuk menghemat pengeluaran agar bisa berbelanja lauk kesukaan saya esok. Meskipun kami hidup dalam kesederhanaan, kami dilimpahi damai sejahtera.

Ketika remaja, saya harus hidup terpisah dari orang tua saya untuk bersekolah di kota lain. Saya pun tinggal bersama dengan saudara yang rupanya tidak begitu menyukai saya. Secara otomatis, saya mengalami tekanan hidup. Saya harus membersihkan rumahnya setiap hari yang terkadang hanya tersedia nasi putih saja. Untuk mengisi perut, saya memakannya bersama dengan garam.

Selama hampir sepuluh tahun saya menjalani hidup seperti itu dan saya pun mengalami depresi. Saya sampai tidak berani keluar kamar, takut terhadap musik atau suara yang keras. Saya merasakan ketakutan yang luar biasa saat itu.

Saat-saat terberat adalah saya harus bisa melawan diri saya sendiri. Saya harus berjuang untuk keluar dari kondisi depresi dengan tetap memandang kepada Tuhan. Dan benar saja, Tuhan tidak pernah meninggalkan saya. Jika bukan karena Tuhan, mungkin saya sudah gila.

Kini saya sudah terbebas dari depresi. Saya sekarang telah menghasilkan banyak karya dan saya mempunyai keluarga yang bahagia. Pesan saya adalah, jangan pernah takut menghadapi tekanan hidup. Seberat apapun masalah kita, Tuhan tidak akan pernah meninggalkan kita. Depresi mungkin menghantui, tapi tangan Tuhan akan mematahkannya.

Keagungan dan semarak ada di hadapan-Nya, kekuatan dan sukacita ada di tempat-Nya.

1 Tawarikh 16:27

Bagikan Artikel Ini :

Tags: , ,

You might also likeclose