Cinta yang Pemilih

Ada seseorang yang sibuk memilih benih, sementara teman-temannya telah selesai menetapkan pilihan. Ia masih terus memilih, sedangkan teman-temannya mulai menanam benih. Di hari bahkan bulan berikutnya, ia tetap memilih dan teman-temannya sudah menuai serta menikmati hasilnya.

Mungkin dalam urusan cinta, kita seperti seseorang yang selalu disibukkan memilih benih. Kita merasa bahwa tidak ada calon pendamping yang sesuai dengan kriteria kita. Kita sibuk memilih tanpa mau menerima yang terbaik sesuai pandangan Tuhan. Calon pendamping yang terbaik mungkin bukanlah yang sempurna, namun yang bisa menerima segala kekurangan kita.

Bagikan Artikel Ini :

Tags:

You might also likeclose