Cinta yang Beracun

Cinta yang Beracun

Cinta yang Beracun

Adik saya senang sekali bermain bola. Kebetulan di belakang rumah kami ada semak belukar dan ibu telah berulangkali melarang adik untuk bermain di sana. Rupanya adik tidak mau mendengar larangan ibu. Adik lebih menyukai bermain dekat belukar dari pada di halaman depan rumah kami. Suatu sore adik menangis, ternyata kakinya menginjak duri ketika hendak mengambil bola.

Mungkin saat ini kita sedang menaruh hatai kepada seseorang dan kita amat mencintainya. Kita menjadi tidak mau mendengar nasihat orang tua. Kita memperjuangkan cinta itu seorang diri tanpa mau berdoa kepada Tuhan. Itu sama halnya kita memelihara cinta yang beracun. Bagaimana bisa disebut cinta yang beracun?

Ada sebuah kasus di mana orang tua begitu melarang anaknya untuk menikahi kekasihnya. Namun anaknya tidak peduli. Selang beberapa tahun, anaknya menyatakan ingin bercerai karena suaminya memperlakukan dirinya dengan sangat buruk. Apa yang sudah Tuhan persatukan tidak bisa diceraikan manusia dan dia harus menanggung pilihan hidupnya.

Jangan sampai kita bertemu dengan cinta yang beracun. Sangat perlu bagi kita untuk mendengar apa yang orang lain katakan. Penting juga untuk kita berdoa kepada Tuhan apakah pilihan kita mengenai pasangan hidup sudah tepat atau tidak. Pilihan Tuhan tidak pernah salah, oleh sebab itu berhentilah mengeraskan hati.

Tetapi umat-Ku akan Kuberi makan gandum yang terbaik dan dengan madu dari gunung batu Aku akan mengenyangkannya.

Mazmur 81:17

Tags: , ,

You might also likeclose