Cinta Tanpa Alasan

Cinta Tanpa Alasan

Cinta Tanpa Alasan

Pernahkah kita mendengar dari orang tua yang baru saja melahirkan anaknya berkata, “Aku akan mencintai anakku jika telah kaya setelah besar nanti” atau “Aku akan menyayangi anakku kalau memiliki kulit yang putih dan wajah yang tampan/cantik.” Tentunya kita tidak pernah mendengar perkataan tersebut keluar dari mulut mereka.

Pernahkah kita mendapati kedua orang tua kita yang begitu membenci kita ketika nakal dan menyusahkan hatinya? Atau pernahkah kita dapati pasangan kita mencintai kita dengan mengajukan persyaratan yang sangat banyak?

Cinta yang tulus dan sejati itu adalah cinta yang tanpa syarat. Seperti janji sebuah pernikahan di mana akan saling menerima baik dalam suka maupun duka dan di segala situasi juga kondisi. Jika kita mengajukan berbagai macam syarat kepada seseorang, itu tandanya kita masih belum mengasihi mereka secara tulus.

Untuk bisa mencintai, kita membutuhkan seni dan kreativitas, yaitu kita harus bisa berkorban untuk orang lain. Kita juga harus bisa membagi hati kita untuk diisi oleh orang lain, serta membuang jauh-jauh rasa kecewa yang mungkin timbul ketika merasa tersakiti. Cinta itu adalah bagaimana cara membuat orang lain merasa bahagia dan terberkati dengan kehadiran kita.

Inilah yang kami megahkan, yaitu bahwa suara hati kami memberi kesaksian kepada kami, bahwa hidup kami di dunia ini, khususnya dalam hubungan kami dengan kamu, dikuasai oleh ketulusan dan kemurnian dari Allah bukan oleh hikmat duniawi, tetapi oleh kekuatan kasih karunia Allah.

2 Korintus 1:12

Bagikan Artikel Ini :

Tags: ,

You might also likeclose