Buku Penderitaan

Saya pernah melihat sebuah film di mana pemeran utamanya tidak bisa berbicara. Sewaktu lahir ia ditinggalkan di depan panti asuhan. Semakin tumbuh dewasa, ia semakin dikucilkan karena kekurangannya. Dan dimanapun ia berada, ia selalu mendapatkan perlakukan yang tidak adil.

Ia hanya bisa menangis dan menumpahkan seluruh keluh kesahnya dalam sebuah buku. Ia menamakan buku itu “Buku Penderitaan”. Buku itu sangat tebal. Ketika ia kesepian, ia membaca buku itu dan menangis. Kemudian ia menjadi sadar bahwa penderitaan yang selalu dibacanya, hanya akan menambah kesedihannya. Ia memutuskan untuk membakar bukunya. Perlahan kesedihannya menghilang, perlahan ia menyadari bahwa ia diciptakan istimewa. Lalu ia pergi keluar kota, ke tempat di mana orang-orang bisa menghargai dirinya.

Mungkin di dalam hidup kita ada yang menyimpan “buku penderitaan”. Setiap hari kita selalu membuka lembaran-lembaran masa lalu. Kita mengingat-ingat penderitaan. Yang ada kita akan semakin terluka dan iman kita tidak akan bertumbuh.

Buanglah kenangan pahit itu dan bakarlah dalam api pengampunan. Isilah hati kita dengan firman dan janji-janji Tuhan. Jika saat ini kita memiliki hubungan dekat dengan orang-orang yang kerap menyakiti kita, tidak ada salahnya untuk mulai menghindar. Masih banyak orang yang bisa menghargai kita, sebab kita diciptakan Tuhan itu baik adanya.

Terimalah apa yang diajarkan mulut-Nya, dan taruhlah firman-Nya dalam hatimu.

Ayub 22:22

Bagikan Artikel:

Tags:


youtube

youtube

youtube

Motivasi Terkini
youtube
Jesus
You might also likeclose