Bukan hanya Teori

Bukan hanya Teori

Bukan hanya Teori

Ada sebuah cerita tentang seorang pengemis yang mendatangi sebuah rumah mewah. Ia disuruh pergi ke halaman belakang untuk mendapat sepotong roti, lalu pemilik rumah menemuinya dan mengajaknya berdoa bersama. “Pertama-tama kita akan mendoakan makanan ini. Ikuti apa yang saya katakan. Bapa kami yang di sorga.” Pengemis itu menjawab, “Bapa Anda yang di sorga.” “Bukan!” Pemilik rumah itu meralat, “Bapa kami yang di sorga.” Pengemis itu masih mengatakan, “Bapa Anda yang di sorga.” Karena frustasi, pemilik rumah pun bertanya, “Mengapa kamu selalu mengatakan ‘Bapa Anda’ sedangkan aku memberitahu untuk mengatakan ‘Bapa kami’?” Pengemis itu pun menjawab, “Jika saya mengatakan ‘Bapa kami’, itu akan menjadikan Anda dan saya saudara, dan saya kuatir bahwa Tuhan tidak akan menyukainya, Anda meminta saudara Anda berjalan ke halaman belakang hanya untuk mendapat sepotong roti.”

Dalam Matius 23 dijelaskan bahwa Yesus mengecam ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, karena mereka hanya mengajarkan firman tetapi tidak melakukannya. Yesus berkata: “Sebab itu turutilah dan lakukanlah segala sesuatu yang mereka ajarkan kepadamu, tetapi janganlah kamu turuti perbuatan-perbuatan mereka, karena mereka mengajarkannya tetapi tidak melakukannya” (Mat. 23:3). Para ahli itu suka duduk di tempat terhormat dan melakukan pekerjaan hanya agar dilihat baik dan dipuji orang. Mereka melupakan hal penting yang mereka ajarkan, yaitu melupakan keadilan dan rasa belas kasih pada sesama.

Tuhan ingin agar hidup kita menjadi garam dan terang bagi orang lain, agar meraka dapat merasakan kasih Tuhan. Pendalaman akan firman Tuhan bukan hanya soal teori tetapi juga praktik. Bukan untuk membanggakan kehebatan sendiri, melainkan untuk meninggikan Tuhan. Karya keselamatan yang kita terima dari Kristus harus kita perlihatkan melalui hidup kita agar membawa keselamatan juga pada orang lain. Teori tentang firman Allah yang kita terima juga harus nyata dalam praktiknya agar menunjukkan cermin anak-anak Allah.

Apa yang keluar dari bibirmu haruslah kau lakukan dengan setia, sebab dengan sukarela kau nazarkan kepada Tuhan, Allahmu, sesuatu yang kau katakan dengan mulutmu sendiri.

Ulangan 23:23

Bagikan Artikel Ini :

Tags: , , ,

You might also likeclose