Bersiap Melompat Lebih Tinggi

Bersiap Melompat Lebih Tinggi

Bersiap Melompat Lebih Tinggi

Gaya hidup kita sering kali memandang kesuksesan sebagai hal yang utama. Kesuksesan dijadikan tolak ukur seseorang itu dihargai dan dianggap hebat, dan sekaligus menutup peluang buat mereka yang gagal. Kita juga sering melihat bahwa mereka yang gagal kurang diapresiasi. Hal ini menimbulkan persepsi bahwa hanya mereka yang berhasil yang akan dihargai dan diingat. Tentunya ini sangat tidak adil, karena salah mengerti tentang makna kegagalan itu.

Tahapan yang diartikan banyak orang sebagai kegagalan sesungguhnya adalah tahap pembelajaran. Allah memakai sebagian waktu kita untuk berhenti sejenak, introspeksi diri agar berusaha lebih dan lebih lagi, sampai kita siap untuk tahapan yang lebih berat. Keadaan seperti ini bisa berarti mundur satu langkah untuk maju tiga langkah sekaligus, karena kegagalan dapat menjadi jembatan untuk lebih maju. Jika kita mengerjakan semuanya bersama Tuhan maka usaha kita tidak akan sia-sia. Karena Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia (Roma 8:28). Kadang kegagalan memang membuat kita kecewa dan putus asa, tapi kalau kegagalan bisa memberikan kita lebih banyak pelajaran, apa kita masih perlu kecewa?

Kegagalan bukanlah akhir dari segalanya, karena momen itu dapat menjadi titik balik menuju kehidupan yang lebih baik. Kita harus mempunyai perspektif yang tepat atas kegagalan. Ambillah semua pelajaran saat kita ada di posisi itu, karena banyak hal berharga di baliknya. Jangan jadikan keadaan itu sebagai alasan untuk tidak mencoba lagi. Saat kita berada di tahap kegagalan, yang paling penting adalah tetap percaya pada rencana indah Tuhan. Tuhan tetap menopang kita menjadikan kegagalan itu sebagai persiapan untuk melompat lebih tinggi.

Apabila ia jatuh, tidaklah sampai tergeletak, sebab TUHAN menopang tangannya.

Mazmur 37:24

Bagikan Artikel Ini :

Tags: , , ,

You might also likeclose