Berharga di Mata-Nya

Berharga di Mata-Nya

Berharga di Mata-Nya

Terkadang manusia beranggapan bahwa mengalah atau mendahulukan orang lain itu membuat kita kehilangan harga diri. Misalnya dalam lingkup pekerjaan, seorang pimpinan lebih memilih untuk beristirahat belakangan sembari menyelesaikan tugasnya dan mempersilahkan anak buahnya untuk beristirahat lebih dulu.

“Kamu kan bos, makan duluan dong…masa mengalah sama bawahan. Kamu yang gaji mereka, jadi sudah seharusnya mereka makan belakangan.”

Si atasan ini cuma tersenyum, “Makan belakangan atau duluan, tidak mempengaruhi posisi saya di tempat kerja kok. Kalau bawahan saja tidak saya hargai, bagaimana mereka bisa menghargai saya sebagai atasannya.”

Terkadang dalam kehidupan sehari-hari, kita kerap tidak dihargai oleh orang lain. Seburuk apapun penilaian dunia terhadap kita, kita tetaplah anak-anak Allah yang telah ditebus dengan harga yang mahal sebab kita begitu berharga di mata Allah. Oleh sebab itu, tetaplah belajar untuk bisa menghargai orang lain sekalipun mereka tidak menghargai kita.

Didapati-Nya dia di suatu negeri, di padang gurun, di tengah-tengah ketandusan dan auman padang belantara. Dikelilingi-Nya dia dan diawasi-Nya, dijaga-Nya sebagai biji mata-Nya.

Ulangan 32:10

Tags: , , ,

You might also likeclose