Berdiam Diri

Berdiam Diri

Berdiam Diri

Waktu itu hari Sabtu sore. Pak Paijo sedang beristirahat melepas lelah di depan gudang rumahnya setelah seharian ia berjuang mencari jam tangan pemberian mendiang istrinya. Hatinya masih terasa gelisah tak karuan sebab jam tangan tersebut merupakan hadiah terakhir dari istrinya ketika dia berulang tahun. Di kala hatinya masih terasa gelisah dia melihat sekelompok anak-anak sedang berjalan menuju lapangan bola di sekitar komplek tersebut. Tanpa pikir panjang, pak Paijo memanggil mereka dan mengadakan sayembara, anak yang menemukan jam tersebut akan mendapatkan hadiah. Mendengar hal tersebut, anak-anak itu langsung menyerbu gudang pak Paijo dan mencarinya. Tak lama kemudian satu persatu anak tersebut keluar dengan tangan hampa, tak seorangpun yang dapat menemukan jam tersebut. Tetapi ada satu anak yang meminta satu kesempatan lagi kepada pak Paijo. Singkatnya, pak Paijo mengizinkan anak tersebut untuk mencarinya lagi. Tak berselang lama, anak itu keluar dengan membawa jam tangan milik pak Paijo. Dengan penuh tanya pak Paijo bertanya, “Bagaimana kamu dapat menemukan jam tersebut?” Si anak menjawab, “Aku masuk ke dalam, duduk dengan tenang, sambil mendengarkan detak jarum jamnya”.

Persoalan hidup memang sudah menjadi bagian dalam kehidupan manusia. Hampir setiap hari kita diperhadapkan dengan masalah yang harus kita selesaikan. Tak jarang masalah tersebut membuat kita merasa terhimpit dan tertekan.  Sehingga, ketika masalah mulai menghimpit, kita langsung memacu seluruh kemampuan kita untuk keluar dari masalah tersebut. Kita juga terus berlari kesana kemari untuk mencari solusi dari setiap persoalan tersebut. Tetapi pernahkah kita menyadari, semakin kita berlari, semakin sulit kita keluar dari masalah tersebut? Kita tidak lagi dapat mendengarkan suara Tuhan karena terlalu fokus dengan setiap kemampuan dan usaha yang kita lakukan. Maka dari itu, firman Tuhan kali ini mengajarkan kita untuk tidak terlalu fokus pada kemampuan diri sendiri dalam menyelesaikan masalah. Ada kalanya kita duduk diam, berserah dan sambil mendengarkan suara Tuhan supaya kita dapat mengetahui arah penyelesaian masalah kita. Setelah itu, barulah kita bergerak sesuai dengan instrruksi dari Tuhan.

Tuhan adalah baik bagi orang yang berharap kepada-Nya, bagi jiwa yang mencari Dia. Adalah baik menanti dengan diam pertolongan Tuhan.

Ratapan 3:25-26

Tags: , , ,

No comments yet.

Leave a Reply

You might also likeclose