Benih-benih di Kepala

Benih-benih di Kepala

Benih-benih di Kepala

Kemarin saya mengunjungi rumah adik. Saya melihat kebun belakangnya yang ditumbuhi banyak sayuran. Dengan kebunnya itu, adik saya tidak perlu membuang uang untuk berbelanja sayur di pasar. Saya masih ingat ketika berkunjung ke rumahnya setahun lalu. Adik saya baru membeli rumah itu dan di belakang rumahnya ditumbuhi banyak ilalang. Di tanah yang sama bisa tumbuh tanaman yang berbeda. Adik saya membersihkan tanah itu dari ilalang dan mulai menggemburkannya sebelum ia tanam benih sayuran.

Pikiran kita bisa diibaratkan sebagai tanah yang selalu menerima benih apa yang ditaburkan. Ketika kita menanam benih yang baik yaitu pikiran yang positif, maka kita akan menghasilkan kehidupan yang positif. Namun saat kita menanam benih yang buruk yaitu pikiran negatif, maka hidup kita akan dikuasai hal-hal yang buruk. Saat kita tidak mampu mencabut pikiran buruk dari dalam pikiran kita, maka kita akan terus dikuasai oleh kekuatiran dan kawan-kawannya.

Tuhan selalu memberi yang terbaik namun terkadang kita masih terus menggenggam kegelisahan. Tuhan ingin kita selalu percaya, tapi kita masih menatap keraguan. Berkat Tuhan itu pasti namun kita masih mengecap ketakutan.

Yesus membentangkan suatu perumpamaan lain lagi kepada mereka, kata-Nya: “Hal Kerajaan Sorga itu seumpama orang yang menaburkan benih yang baik di ladangnya.

Matius 13:24

Bagikan Artikel Ini :

Tags: , ,

You might also likeclose