Belajar dari Sebuah Luka

Sebuah Luka

Sebuah Luka

Kita pasti memiliki kenangan yang penuh luka dari kejadian yang cukup memilukan dalam hidup. Seperti dipisahkan oleh kematian dengan orang-orang terkasih, hubungan yang berakhir, dihianati, menerima perlakuan dan kata-kata kasar dari orang lain, dan menghadapi kejadian buruk lainnya. Kejadian yang terjadi seolah-olah tidak dapat ditolak, karena memang akan selalu ada gesekan di antara hubungan kita dengan sesama. Namun menumpuk semua rasa sakit dan marah itu di dalam hati hanya akan membuat hidup kita terasa semakin pahit. Bersama Allah, kita dapat keluar dari situasi itu dan mengambil pelajaran berharga dari sana.

Kita selalu dapat menarik pelajaran melalui setiap perkara yang kita alami. Kadang Allah membiarkan kita merasa sakit untuk mengingatkan kita untuk lebih bersyukur dan juga mengajar kita untuk bertumbuh semakin kuat di dalam-Nya. Bekas luka yang kita miliki akan mengingatkan kita untuk semakin berhati-hati, mengajar kita dari sebuah kesalahan, dan menjadi bukti kasih-Nya saat kita mampu bangkit dari keadaan itu. Dengan bekas luka di masa lalu yang kita miliki, kita juga dapat menjadi lebih mengerti dan berempati dengan luka yang dialami orang lain.

Luka dapat menjadi motivasi untuk bangkit dari keadaan yang kurang baik. Bawalah segala rasa marah, kepahitan, dan sakit hati yang kita terima dari orang lain kepada Allah. Mintalah pada Allah kesembuhan dan kekuatan untuk memperbaiki segala keadaan dan memulai yang baru dengan lebih baik. Allah sanggup mengubah luka yang kita alami menjadi berkat buat hidup kita maupun orang lain, dan Ia sanggup mengubah sakit yang kita rasakan menjadi sukacita yang tak terbatas.

Sembuhkanlah aku, ya TUHAN, maka aku akan sembuh; selamatkanlah aku, maka aku akan selamat, sebab Engkaulah kepujianku!

Yeremia 17:14

Bagikan Artikel Ini :

Tags: , , ,

You might also likeclose