Bangkit dari Kegagalan

Bangkit dari Kegagalan

Bangkit dari Kegagalan

Menurut sebuah survey, seorang bayi membutuhkan sekitar 240 kali proses jatuh bangun sebelum ia mampu berjalan. Saat jatuh, mereka tanpa berpikir lama akan mencoba berdiri kembali dengan tersenyum dan semangat. Bahkan mereka kelihatan menikmati sekali proses jatuh bangun itu. Mereka bangkit dan mencoba berkali-kali sampai mereka bisa berjalan. Itu menunjukkan bahwa sebenarnya sejak kecil kita sudah belajar bagaimana cara untuk bangkit dari kegagalan.

Kehidupan tidak pernah terlepas dari kegagalan dan kesalahan, semua orang pasti pernah mengalaminya. Namun walaupun kita harus jatuh dan gagal berkali-kali kita harus tetap berusaha bangkit kembali. Kegagalan memberikan kita pelajaran dan pengalaman yang sangat berharga, sebab setelah mengalami kegagalan kita akan menjadi lebih bijaksana, berhati-hati dan semakin siap untuk menjalani hidup ini. Kegagalan dan kesalahan itu adalah jembatan bagi kehidupan yang lebih baik.

Kegagalan memberi kita pelajaran-pelajaran penting untuk memperbaiki dan membalikkan keadaan. Kegagalan bukanlah akhir dari segalanya, justru dapat menjadi titik balik menuju kehidupan yang lebih baik. Jangan berlarut-larut menyesali yang sudah terjadi, fokuslah melihat ke depan agar kita dapat melanjutkan perjuangan. Masa depan tidak ditentukan oleh masa lalu namun apa yang kita lakukan pada masa kini. Datanglah pada Tuhan dan percaya pada-Nya, karena di dalam Tuhan kita akan memperoleh kekuatan dan pertolongan.

Sebab tujuh kali orang benar jatuh, namun ia bangun kembali, tetapi orang fasik akan roboh dalam bencana.

Amsal 24:16

Bagikan Artikel Ini :

Tags: , , ,

You might also likeclose