Arti Sebuah Pertemuan

Seorang ayah setiap pagi dan sore hari selalu duduk di teras rumahnya. Sesekali memencet tombol telepon genggam lalu meletakkannya kembali di atas meja. Sejak anaknya menempuh pendidikan di luar negeri, mereka menjadi jarang bertemu. Dan rasa rindu itulah yang membuat ayah tak berhenti mencari cara untuk bisa mendengar kabar anaknya.

Rupanya si anak menjadi korban pencurian. Semua uang dan barang berharga yang dimiliki telah lenyap. Mengetahui kabar tersebut, ayah langsung menyusul anaknya ke luar negeri. Setelah bertemu dengan anaknya, ayah langsung memeluk dan digantinya apa yang telah hilang agar anaknya dapat kembali belajar.

Seperti itulah kasih seorang bapa kepada anaknya, begitu juga dengan Tuhan Yesus. Ia selalu menanti kabar kita melalui doa. Ia rindu bersekutu dengan kita. Namun kita telah menjadi sibuk dengan kepentingan-kepentingan kita sendiri. Dan tanpa terasa kita sudah berjalan terlalu jauh dari Tuhan.

Kitapun menjadi terhilang, kita tenggelam dalam dosa dan iblis telah mencuri kita dari kasih karunia Allah. Tapi Bapa tidak tinggal diam. Ia terus mencari kita. Saat mendapati diri kita begitu terpuruk dan penuh penyesalan, Bapa langsung menghampiri kita. Bapa mengangkat kita dari lumpur dosa. Ia memeluk kita dengan kasih-Nya.

Dosa dengan mudah menghampiri hidup kita sebab kita tidak lagi peduli untuk bertemu Allah. Kita mengabaikan saat teduh, mengabaikan doa pagi dan mengabaikan membaca firman. Milikilah kerinduan untuk selalu bertemu dengan Tuhan agar sepanjang hidup kita dijagai-Nya.

Seperti bapa sayang kepada anak-anaknya, demikian TUHAN sayang kepada orang-orang yang takut akan Dia.

Mazmur 103:13

Bagikan Artikel Ini :

Tags: , ,

You might also likeclose