Apa yang Kita Takutkan?

Ketika berumur lima tahun, keponakan saya sangat takut dengan badut. Setiap kali melihat badut di lampu merah, ia akan menangis dan menutup matanya. Baginya, badut merupakan makhluk yang menyeramkan.

Ayah mencoba menenangkannya. Ayah mengatakan bahwa badut-badut itu tidak akan berani menyakitinya sebab badut-badut itu akan sangat takut dengan ayah. Sejak saat itulah keponakan saya menjadi berani menghadapi badut-badut yang ada di lampu merah.

Setiap dari kita pasti memiliki ketakutannya sendiri-sendiri. Ada yang takut tidak lulus kuliah, ada yang takut gagal ujian, ada yang takut dikeluarkan dari pekarjaan, ada yang takut putus cinta, ada yang takut tidak bisa memenuhi kebutuhan keluarga.

Ketakutan-ketakutan itu tidak lebih besar dari Tuhan Yesus. Selama hidup kita dekat dengan Tuhan, maka semua permasalahan akan menemukan jalan keluarnya. Tidak ada satupun masalah yang mampu menutup langkah kita.

Sebab TUHAN, Yang Mahatinggi, adalah dahsyat, Raja yang besar atas seluruh bumi.

Mazmur 47:3

Bagikan Artikel Ini :

Tags: , ,

You might also likeclose