Aku Dimerdekakan

Aku Dimerdekakan

Aku Dimerdekakan

Saya pernah melihat sebuah berita di mana ada seorang pemuda yang sedari kecil dipasung oleh keluarganya. Pemuda itu dianggap telah membuat banyak masalah yang meresahkan kampung tempat dia tinggal. Dari situlah keluarganya memiliki inisiatif untuk mengurungnya dan memberikan hukuman agar situasi menjadi tenang.

Dipasung/dibelenggu dengan menggunakan rantai membuat seseorang tidak bisa bergerak dengan bebas. Orang tersebut juga hanya bisa menerima kondisinya tanpa perlawanan yang berarti. Biasanya orang-orang yang demikian telah menyerah dan putus asa sehingga hidupnya di masa depan menjadi tidak bermanfaat.

Tekanan hidup terkadang membuat kita terpenjara. Kita menjadi tidak bisa merasakan damai sejahtera. Pagi, siang dan malam terkadang kita terus memikirkan tekanan itu. Yang paling banyak dikeluhkan orang adalah masalah keuangan. Mereka mengatakan bahwa tanpa uang mereka tidak akan bisa hidup. Tidak heran jika pada akhirnya banyak yang jatuh sakit karena memikirkan tekanan hidupnya.

Untuk apa kita memikirkan tekanan hidup? Adakah kesedihan, kekuatiran dan ketakutan mampu mengeluarkan kita dari sana? Berbahagialah orang-orang yang senantiasa mengandalkan dan menaruh harapannya kepada Tuhan. Jika kita percaya kepada Tuhan, seberapapun masalah yang menekan kehidupan kita, Tuhan akan memberikan kelegaan. Bersama Tuhan tidak ada kekuatiran dan Dia akan selalu memerdekakan kita dari hal-hal yang membuat kita tidak bisa bersukacita.

Percayalah kepada Tuhan. Jika Dia berjanji untuk memberkati maka kita akan benar-benar diberkati. Tuhan yang ingin kita bersabar dalam menantikan berkat itu. Jangan takut!

Kuatkan dan teguhkanlah hatimu, janganlah takut dan jangan gemetar karena mereka, sebab TUHAN, Allahmu, Dialah yang berjalan menyertai engkau; Ia tidak akan membiarkan engkau dan tidak akan meninggalkan engkau.

Ulangan 31:6

Bagikan Artikel Ini :

Tags: ,

You might also likeclose