Aku Dimampukan

Aku Dimampukan

Aku Dimampukan

Di sebuah pada gurun, ada seekor semut yang hendak mencari sumber makanan bagi keluarga semut lainnya. Saat berada di dalam perjalanan, datanglah angin besar yang membuat semut itu harus terbawa angin berulang kali sehingga menghambat perjalanannya. Kemudian semut berdoa dan meminta pertolongan kepada Tuhan. Selesai berdoa, semut mendapati dirinya tersandar pada batang kayu.

“Tuhan, aku meminta Kau redakan angin ribut. Lalalu kenapa Kau beri sebatang kayu?”

“Pikullah kayu itu dan berjalanlah.”

“Bagaimana aku bisa memikul yau yang berat ini dalam angin ribut?”

“Lakukan saja perintah-Ku.”

Dipikul oleh semut itu sebatang kayu lalu berjalan melawan angin ribut. Semut kelelahan namun tidak berputus asa, sampai pada akhirnya ia berhasil menemukan sumber makanan tanpa diterpa angin.

Terkadang kita berdoa memohon agar Tuhan melalukan permasalahan hidup kita, namun Tuhan seolah membiarkan untuk kita menghadapinya. Sesungguhnya masalah dan beban berat adalah sebuah proses untuk kita menjadi pribadi yang kuat.

Tuhan hanya ingin kita selalu berharap dan mengandalkan Dia dalam segala situasi tanpa kita harus menyerah. Berkat tersedia pada orang-orang yang selalu berharap di jalan Tuhan dan bukan menyerah dalam kekalahan hidup.

TUHAN adalah kekuatanku dan perisaiku; kepada-Nya hatiku percaya. Aku tertolong sebab itu beria-ria hatiku, dan dengan nyanyianku aku bersyukur kepada-Nya.

Mazmur 28:7

Bagikan Artikel Ini :

Tags: ,

You might also likeclose