Featured News Posts

Artikel Terbaru

Memberi Tanpa Mengaharapkan Balasan

Jaman sekarang sulit rasanya menemukan kebaikan tanpa dibayangi suatu kepentingan tertentu dibelakangnya. Sehingga istilah no free lunch mungkin sudah cukup akrab di telinga kita. Kata-kata itu menunjukkan bahwa tidak ada yang gratis dan semuanya serba perhitungan untung ruginya. Secara tidak sadar kita juga jadi sering memberikan sesuatu dengan harapan mengharapkan balasan. Namun jika kita hanya […]

Continue Reading →

Bagaimana Jika

Pikiran yang penuh dengan pertanyaan “bagaimana jika” seringkali membuat hidup kita penuh dengan kekhawatiran. Bagaimana jika sesuatu yang buruk terjadi? Bagaimana jika yang terjadi tidak sesuai dengan rencana dan harapan? Bagaimana jika nanti kita menerima kepahitan atau kegagalan? Kita terlampau banyak memikirkan hal-hal negatif yang mungkin bisa terjadi. Sehingga perlahan-lahan kita menjadi kurang percaya dengan […]

Continue Reading →

Menanam yang Ingin Dituai

Apa yang kita tanam, itu pula yang akan kita tuai. Kalimat bijak tersebut sudah sering kita dengar dan masih efektif hingga saat ini. Saat kita sudah mengerti makna dalam kalimat tersebut tentu kita akan memilah bibit mana yang akan kita tanam agar hasil tuaian nanti tidak mengecewakan. Maka jika kita ingin menuai buah yang baik […]

Continue Reading →

Berperang dengan Doa

Film War Room adalah sebuah film Kristen yang bercerita tentang kehidupan keluarga Tony dan Liz yang berada diambang kehancuran. Sampai kemudian Liz bertemu dengan Nyonya Clara dan mengajarinya strategi berperang melawan iblis. Karena musuh kita sebenarnya bukanlah orang yang bermasalah dengan kita, tetapi iblis. Nyonya Clara memiliki ruangan yang ia sebut “War Room”, yaitu lemari […]

Continue Reading →

Berapa Lama Lagi Tuhan?

Mazmur 13 adalah curahan hati Daud yang saat itu merasa sangat tertindas. “Berapa lama lagi, TUHAN, Kaulupakan aku terus-menerus? Berapa lama lagi Kausembunyikan wajah-Mu terhadap aku? Berapa lama lagi aku harus menaruh kekuatiran dalam diriku, dan bersedih hati sepanjang hari? Berapa lama lagi musuhku meninggikan diri atasku?” (Mzm. 13:2-3). Di tengah keadaan yang sangat buruk […]

Continue Reading →

Iman yang Seperti Kentang

Pertumbuhan iman seringkali sangat mirip dengan pertumbuhan kentang. Saat menanam kentang, kita tidak bisa melihat proses pertumbuhan buahnya. Kita tidak dapat melihat berapa banyak dan berapa besar buah yang akan dihasilkan karena buahnya ada di dalam tanah. Yang bisa kita lakukan hanya menanam dan merawatnya dengan setia sampai tiba waktunya untuk dipanen. Memiliki iman dapat […]

Continue Reading →

Saat Kita Merasa Kecewa

Ketika yang sedang kita alami tidak seperti yang kita harapkan, maka sebagai manusia, wajar jika kita merasa kecewa. Kita akan merasa kecewa pada diri kita sendiri, orang-orang di sekitar, atau bahkan kepada Allah. Kita merasa kecewa karena menganggap Allah membiarkan ketidakadilan terjadi. Saat kesetiaan mendapat balasan penghianatan, kerja keras mendapat balasan kegagalan, kasih mendapat balasan […]

Continue Reading →

Menjadi Pelayan Tuhan

Dalam suratnya kepada jemaat di Korintus, Paulus menasihati agar jangan ada perpecahan diantara mereka dan tetap mengutamakan Kristus di dalam pelayanan mereka. Karena saat itu mereka memperdebatkan golongan-golongan yang ada di antara mereka seperti golongan Paulus dan Apolos. Mereka harus seia sekata dalam memberitakan kabar baik dari Allah, mereka harus bersatu, sehati dan sepikir. Kristus […]

Continue Reading →

Dipengaruhi atau Mempengaruhi

Setiap proses kehidupan yang kita jalani seringkali membawa pengaruh untuk diri kita atas apapun yang kita kerjakan. Masing-masing kita diberi tanggung jawab untuk menentukan apakah hidup kita akan mempengaruhi atau dipengaruhi oleh apa yang kita lakukan dan juga sekitar kita. Kita tidak bisa berada dalam posisi netral, karena kita telah dipanggil untuk mempengaruhi dunia dengan […]

Continue Reading →

Tetaplah Menjadi Garam

Ada pepatah yang mengatakan, “Lima menit dengan siapa kita bergaul akan menentukan bagaimana masa depan kita kelak.” Pepatah di atas menyatakan bahwa masa depan kita hasil dari pergaulan kita sebelumnya. Mari kita perhatikan dengan siapa kita bergaul, bukan berarti kita tidak bisa bergaul dengan mereka yang kurang baik, Tuhan mengajarkan kita untuk mengasihi semua orang […]

Continue Reading →
You might also likeclose